NPC akan melakukan latihan pembekalan di C/River
keren989
- 0
Komisi Kependudukan Nasional (NPC) telah menyelesaikan pengaturan tahap ketiga Latihan Penetapan Batas Wilayah Pencacahan di Negara Bagian Cross River.
Komisaris yang mewakili Cross River di NPC, Tn. Idi Baba Yakubu mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan kepada siswa di Effraya, Pemerintah Daerah Negara Bagian Etung.
Ia mengatakan, latihan yang merupakan salah satu kegiatan inti persiapan sensus penduduk dan perumahan NPC tahun 2018 ini akan dimulai di kawasan Pemda Etung.
Yakubu menggambarkan pelaksanaan penetapan batas wilayah pencacahan sebagai landasan keseluruhan arsitektur sensus yang menjadi dasar perencanaan dan pelaksanaan proyek sensus.
Dikatakannya, NPC telah memulai pelatihan terhadap 50 orang untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan demarkasi kawasan pencacahan.
Komisaris federal NPC mengatakan tim terlatih akan dikerahkan ke wilayah pemerintah daerah lainnya dan meyakinkan bahwa komisi tersebut, kecuali ada kendala dana, akan menyelesaikan demarkasi daerah pencacahan di semua wilayah pemerintah daerah sebelum akhir tahun ini.
Menurutnya, hal ini akan terjadi jauh sebelum tanggal kuartal pertama sensus penduduk dan perumahan nasional ke-28.
Dia mengatakan NPC telah membatasi tiga puluh tujuh wilayah pemerintahan lokal di tiga puluh enam negara bagian dan Abuja, dengan Kotamadya Calabar di Negara Bagian Cross River berada di bawah tahap kedua latihan tersebut.
Tn. Menyadari bahwa pentingnya ead lebih dari sekedar pelaksanaan sensus ke-28, Yakubu menekankan bahwa NPC bermaksud untuk membangun dan memelihara kerangka kerja nasional, termasuk daftar lokasi dan nomor rumah untuk sensus dan survei di masa depan, sesuai dengan mandatnya.
Komisioner NPC menjelaskan bahwa komisi tersebut akan menggunakan teknologi canggih dalam melaksanakan penetapan batas wilayah pencacahan, untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap sistem informasi geografis, sementara citra satelit resolusi tinggi akan digunakan untuk menghilangkan duplikasi dan memastikan tidak ada wilayah yang tidak tercakup.
Dia lebih lanjut meyakinkan bahwa sensus 28 akan berbasis biometrik dan akan menangkap sidik jari dan sidik jari orang-orang selama sensus.
Hal ini, katanya, dirancang untuk mencegah siapa pun atau kelompok memperoleh keuntungan yang tidak semestinya melalui manipulasi EAD, karena hanya orang yang terlihat secara fisik yang akan dihitung dan biometriknya akan diambil.
Beliau memohon dukungan dari lembaga adat, dewan pemerintah daerah dan masyarakat, agar NPC dapat melaksanakan demarkasi wilayah pencacahan tanpa kerumitan, melalui akses terhadap fasilitas dan tempat selama latihan.