• January 25, 2026

CAC menangguhkan lebih dari 38.000 perusahaan yang tidak aktif

Komisi Urusan Korporat (CAC) telah mengungkapkan bahwa mereka telah menangguhkan total 38,000 perusahaan yang tidak aktif dalam jangka waktu lama untuk memeriksa kinerja perusahaan yang terdaftar di Nigeria.

Perwakilan dari Panitera Jenderal Komisi, Alhaji Garba Abubakar, mengungkapkan pada pertemuan media di Abuja pada hari Selasa bahwa UU CAC menetapkan bahwa, “jika Komisi memiliki alasan untuk meyakini bahwa suatu perusahaan mubazir, lembaga tersebut akan menangguhkan perusahaan tersebut. sebuah perusahaan selama tiga bulan.”

Garba menjelaskan, penghentian sementara selama tiga bulan tersebut dimaksudkan agar komisi dapat melihat apakah perusahaan yang dibekukan tersebut akan melanjutkan aktivitasnya. Ia menambahkan, jika perusahaan tersebut melanjutkan aktivitas dalam jangka waktu tiga bulan penangguhan tersebut, maka pencabutan penangguhan tersebut akan menjadi

Ia mengatakan, pada tahun 2008 saja, KPK membekukan sekitar 9.800 perusahaan yang dianggap sudah lama tidak aktif. Garba lebih lanjut mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang ditangguhkan memiliki waktu 20 tahun untuk menghidupkan kembali kegagalan organisasi mereka dan setelah itu mereka akhirnya akan dibubarkan.

Garba juga memaparkan berbagai pencapaian KPPU selama beberapa tahun terakhir. Dia mencatat bahwa CAC berkolaborasi dengan Federal Inland Revenue Service dengan maksud untuk memperkenalkan stempel elektronik (e-stamping) pada dokumen di Portal Pendaftaran Perusahaan (CRP).

Ia mengatakan bahwa stempel elektronik akan menghilangkan penyerahan dokumen secara fisik yang menyebabkan penundaan dan memfasilitasi toko online terpadu untuk pendaftaran perusahaan.

Garba menyatakan bahwa agar Komisi dapat memastikan integritas basis datanya dan memudahkan pengambilan catatan pendaftaran agar mudah diakses oleh staf dan klien secara elektronik, CAC telah memulai digitalisasi cepat semua catatan warisan ke dalam format elektronik yang sesuai.

Dia mencatat bahwa Komisi telah mengunggah nama semua Perusahaan, Bisnis, Wali Amanat yang terdaftar dan mereka yang menjalani pendaftaran di situs webnya sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membuat informasi pendaftaran dasar mudah tersedia bagi klien dan anggota masyarakat yang mencari pendaftaran.

Abubakar mengatakan bahwa agar Komisi dapat memastikan kelancaran pengoperasian Portal Pendaftaran Perusahaan dan Zero downtime, CAC telah memulai proses evaluasi penawaran dari MTN, Vodacom, Main-One dan Galaxy Backbone dengan maksud untuk mentransfer hosting dari database utamanya yang membawa dan perangkat lunak pengoperasian.