• January 25, 2026

RRS menangkap 4 tersangka penipuan

Petugas Pasukan Reaksi Cepat (RRS) Komando Kepolisian Negara Bagian Lagos telah menangkap empat tersangka karena diduga melakukan penipuan sejumlah uang kepada masyarakat.

Metro mengetahui bahwa keempat tersangka dijemput secara terpisah oleh petugas dalam tiga insiden penipuan di Maryland, Ojodu Berger dan Ajegunle.

Para tersangka, Kenneth (36); Uba, 41; Joseph (40) dan Ikechukwu (25) (nama keluarga dirahasiakan), masing-masing mengaku kepada petugas RRS saat diinterogasi.

Menurut salah satu korban, Ibeh Chiwenu, ia sedang dalam perjalanan menuju Ojodu Berger dari Ojota saat Kenneth yang mengendarai Toyota Camry model 1997 berwarna abu dengan nomor registrasi SMK 886 DK berhenti di halte untuk menjemputnya.

“Saat mengemudi, dia menjemput penumpang lain di Jalan Kudirat Abiola. Kami masih berada di Jalan Kudirat Abiola ketika penumpang baru memulai percakapan dengan pengemudi dalam bahasa Prancis.

“Sopir kemudian memohon untuk membawa penumpang baru tersebut ke Kantor Bea Cukai di Mobolaji Bank Anthony Way, tempat barangnya disita. Di sanalah kisah mereka berubah dan saya menjadi subjek manipulasi mereka bekerja sama dengan tersangka agen Bea Cukai dan seorang pendeta.”

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa “dengan dalih bahwa kami akan membantu orang yang barangnya tertahan di Bea Cukai karena bea keluar, mereka mencuci otak saya untuk melepaskan kartu ATM saya dan mengarahkan saya untuk menarik N9,000 terakhir dari rekening saya yang ditarik.

Setelah itu, pendeta berdoa untukku dan menyuruhku pulang dan mengambil lebih banyak uang yang disimpan keluargaku di rumah.

Semua ini terjadi minggu lalu. Hari ini, Kamis, saya dan suami sedang berdiri di Halte Bus Maryland. Saya melihat Toyota Camry yang sama dengan plat nomor yang sama dan pengemudi baru, namun di sebelahnya ada mantan pengemudi yang menipu saya dan berpura-pura menjadi penumpang. Saya memberi tahu petugas RRS yang ditempatkan di Maryland dan mereka menangkap mereka.”

Dua tersangka lainnya, Joseph dan Ikechukwu ditangkap secara terpisah namun dalam keadaan yang sama, masing-masing pada Selasa dan Rabu lalu.

Joseph mengungkapkan kepada para interogator bahwa dia adalah anggota sindikat penipuan yang dipimpin oleh seorang pria yang diidentifikasi sebagai Toronto, dan menambahkan bahwa pemimpin mereka, yang masih buron, melatih lebih dari 40 orang dari mereka untuk keluar setiap hari mencari calon korban.

“Saat mendapat jackpot, kami membaginya menjadi lima bagian. Toronto mengambil dua bagian. Kami berdua dalam satu tim berbagi dua dan sisanya akan kami bagikan kepada orang lain.

Saat ini kantor kami di Ajegunle telah ditangkap oleh polisi. Toronto, saya diberitahu, pindah ke suatu tempat di Surulere. Ketika kami punya masalah dengan polisi, dia datang untuk menyelamatkan kami,” ungkapnya.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Humas Polri (PPRO), AKBP Dolapo Badmos, mengatakan polisi tidak akan menyerah dalam menjalankan tugasnya untuk mewujudkan negara bebas kejahatan, namun tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap transaksi mencurigakan. .

Keempat tersangka disebut telah dipindahkan ke Badan Reserse Kriminal Negara (SCID), Panti.

Pengeluaran Hongkong